Penyebab Melemahnya Rupiah

 

download (1)

Saat ini perekonomian Indonesia sedang mengalami pelemahan yang drastis. Nilai tukar Rupiah tembus Rp 14.600 per Dolar AS. Kenapa Rupiah bisa melemah? Berikut akan kami berikan ulasan penyebab melemahnya Rupiah yang berhasil kami himpun dari pendapat beberapa ahli ekonomi.

  1. Menguatnya Dolar AS

Amerika Serikat sempat terkena krisis ekonomi pada tahun 2008. Untuk memulihkan perekonomian AS, sejak Mei 2013 The Fed atau Bank Sentral Amerika melakukan tapering off atau yang biasa disebut stimulus ekonomi berupa penuruan tingkat bunga dan pelancaran kuantitatif. Dampak menguatnya Dolar AS adalah money changer penuh dengan keramaian orang. Karena ada mobil yang kecelakaan di depan money changer. Bukan, saya bercanda. Penuh dengan keramaian orang karena ingin menukarkan Rupiah dengan Dolar AS yang dimilikinya. Ada juga yang menukarkan Rupiah dengan Euro-nya. Ada juga anak kecil yang menukarkan Rupiah dengan uang monopolinya.

  1. Kinerja Ekspor Menurun

Karena menguatnya Dolar AS, harga barang komoditas juga ikut naik yang berakibat turunnya permintaan dan berdampak terhadap kinerja ekspor Indonesia yang mengalami penurunan. Untuk menstabilkan harga komoditas dalam negeri, pemerintah melakukan impor besar-besaran. Untuk menstabilkan harga beras lokal, Indonesia impor beras dari Thailand. Untuk menstabilkan harga sapi lokal, Indonesia impor sapi dari Australia. Untuk menstabilkan harga PSK lokal, Indonesia impor PSK dari Uzbekistan, China dan Burkino Faso.

  1. Banyaknya Cewek Matre

Apa hubungannya dengan cewek matre? Begini pemirsa, cewek matre pada umumnya suka meminta barang mewah dari luar negeri kepada sang pacar. Jika sang pacar yang kaya (dan bego) ini menuruti kehendak si cewek matre, otomatis dia harus mengeluarkan Dolar AS untuk membeli barang mewah tersebut. Itu baru satu cewek, bagaimana jika ada sejuta cewek matre di Indonesia yang melakukan hal serupa? Pasti Dolar AS akan terus menerus keluar dari Indonesia, menjadi langka dan akhirnya Dolar AS makin kuat, ekspor makin turun dan rakyat kecil makin menderita.