SYMPHONESIA 2015: THROUGH PUBLIC DIPLOMACY

SYMPHONESIA 2015: THROUGH PUBLIC DIPLOMACY

 

Symphonesia adalah sebuah acara tahunan Himpunan Mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran (HI FISIP Unpad) yang telah diselenggarakan sejak tahun 2008. Symphonesia merupakan salah satu bentuk kepedulian mahasiswa HI FISIP Unpad terhadap berbagai isu hubungan internasional dan sebuah inisiatif untuk mengangkat isu tersebut ke masyarakat. Tujuan Symphonesia adalah untuk mengangkat, menyebarluaskan, dan membantu memberikan pemahaman mengenai isu tersebut kepada masyarakat sehingga kemudian kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap isu tersebut meningkat.

Dari tahun ke tahun, Symphonesia selalu mengangkat isu-isu aktual yang berbeda di setiap penyelenggaraannya. Tahun ini, Symphonesia dengan bangga mengangkat isu diplomasi publik sebagai tema acara yang akan dihadirkan melalui empat rangkaian Symphonesia 2015: Through Public Diplomacy.

Diplomasi, secara tradisional, merupakan bentuk negosiasi atau hubungan baik yang antarpemerintah suatu negara dengan negara lainnya. Diplomasi publik berbeda dengan diplomasi tradisional bahwa interaksi yang terjadi di dalamnya bukanlah hanya antarpemerintah, namun terutama melibatkan individu nonpemerintah dan organisasi. Dalam mewujudkan pengangkatan isu ini ke masyarakat, Symphonesia 2015: Through Public Diplomacy membuat kampanye #IAMTHEAGENT di media sosial sebagai bentuk sosialisasi diplomasi publik. Kampanye #IAMTHEAGENT mengajak masyarakat, terutama kaum muda, untuk sadar akan peran individu yang semakin signifikan dalam merepresentasikan negaranya di dunia internasional.

Kampanye ini juga didukung oleh public figure dari berbagai kalangan dan profesi sebagai gambaran bagaimana setiap orang, dalam berbagai usia dan pekerjaan, dapat menjadi agen negara dengan caranya masing-masing. Diharapkan, dengan inisiatif Symphonesia melalui kampanye #IAMTHEAGENT untuk mengangkat isu diplomasi publik ini, masyarakat menjadi lebih sadar bahwa peran representasi negara tidak lagi eksklusif untuk diplomat, namun setiap orang dapat menjadi agen negaranya sendiri.

Selain melalui kampanye di media sosial, isu diplomasi publik juga dikemas dalam empat rangkaian acara Symphonesia 2015: Through Public Diplomacy, yaitu Roadshow, Talkshow, Pre-event, dan Main Event. Dalam rangkaianya, keempat acara ini mendukung satu sama lain dalam mengangkat isu diplomasi publik agar dengan efektif dapat sampai kepada masyarakat.

Rangkaian pertama acara Symphonesia 2105: Through Public Diplomacy adalah Roadshow yang dilaksanakan pada tanggal 2 – 11 September 2015 di SMA – SMA di Bandung. Roadshow ini diadakan dengan tujuan mengenalkan Symphonesia dan isu diplomasi publik kepada anak-anak SMA dan diharapkan dengan adanya materi yang diberikan pembicara mengenai diplomasi publik, anak-anak SMA menjadi lebih sadar dan peduli akan perannya di masa kini sebagai agen diplomasi publik.

Rangkaian selanjutnya adalah Talkshow dan Pre-Event yang akan diselenggarakan pada tanggal 10 Oktober 2015 di Taman Musik, Bandung. Talkshow akan menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang profesi: Ashari Yudha (Catatan Backpaker), Danis Puntoadi (Founder Nasi Goreng Mafia dan Warung Upnormal), Indah Kusuma (Top 15 Miss Indonesia 2014), dan Al Busyra Basnur (Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI) dengan tema yang mendukung isu yang diangkat Symphonesia tahun ini, yaitu diplomasi publik dan Pre-event akan menampilkan band-band yang akan diaudisi untuk tampil di Main Event Symphonesia.

Acara puncak Symphonesia 2015: Through Public Diplomacy diselenggarakan pada tanggal 7 November 2015 di Sasana Budaya Ganesha, Bandung. Dikemas dalam bentuk konser musik, Global Village, dan Fashion Show, acara puncak Symphonesia ini akan menjadi satu peron dalam mengenalkan dan mengangkat diplomasi publik ke masyarakat. Global Village diisi oleh komunitas budaya dari berbagai negara yang menampilkan dan mendemonstrasikan budaya-budaya dari negara tersebut. Fashion Show menampilkan model-model yang mengenakan wardrobe dari Kirei, Dheyshu, dan Istafada dan make-up oleh MAKEOVER. Konser musik diisi oleh Barasuara, THE SIGIT, White Shoes & The Couples Company, Maliq n D’Essentials, dan yang menjadi ikon Symphonesia tahun ini adalah menyatukan dua pemusik legendaris dari dua band yang legendaris pula; Once ft. Piyu. Symphonesia ingin menyampaikan bagaimana adibusana, budaya lokal, dan musik pun dapat menjadi alat diplomasi publik.

Diplomasi publik merupakan salah satu isu yang sangat diperhatikan akhir-akhir ini. Banyak negara yang mulai menggunakan diplomasi publik dalam membentuk citra negaranya di mata dunia. Maka adalah penting bagi masyarakat Indonesia untuk familiar dengan isu ini dan sadar bahwa dengan populernya diplomasi publik, mereka dapat menjadi agen diplomasi publik negaranya sendiri sebagai siapa ia dan apa yang dilakukannya. Symphonesia berangkat dari kepedulian terhadap isu diplomasi publik berharap masyarakat menjadi sadar dan peduli terhadap perannya yang satu ini. Because whoever you are and whatever you do, as long as you do it earnestly, you matter, and you are the agent.