Apa Itu Big Data?

Pemirsa pasti sudah pernah menonton film “Minority Report“. Film ber-genre fiksi ilmiah ini berkisah tentang PreCrime, salah satu unit kepolisian yang mencegah aksi-aksi kriminal yang akan terjadi di masa depan. Informasi tentang aksi kriminal tersebut diberikan oleh tiga orang paranormal yang disebut “PreCogs“.

Lalu, apa hubungan Minority Report dan Big Data? Mari kita telisik.

Pengertian Big Data

Mahadata, terjemahan untuk big data, adalah istilah (bukan teknologi) untuk segala kumpulan data (data set) dalam jumlah yang sangat besar, rumit dan tak terstruktur sehingga menjadikannya sukar ditangani apabila hanya menggunakan perkakas manajemen basis data biasa atau aplikasi pemroses data tradisional belaka. Demikian kata Wikipedia.

Big Data Wordcloud
Big Data Wordcloud

Big data memiliki karakteristik yang disebut dengan 5V:

  • Volume. Big data memiliki volume yang sangat besar, bukan sekadar dalam hitungan terabita (kayak koleksi JAV Pemirsa), bisa mencapai petabita bahkan eksabita. Big data juga tidak melakukan sampling data seperti BPS, namun mencatat semuanya bahkan data yang tidak penting.
  • Velocity. Jumlah data yang besar di atas bertambah terus setiap detik, dalam jumlah yang besar pula.
  • Variety. Data yang dikumpulkan jenisnya beragam. Mulai dari teks, gambar, video, audio, dan lainnya.
  • Variability. Data inkonsisten. Kadang besar, kadang kecil. Kadang panjang, kadang sebentar.
  • Veracity. Kualitas data terjamin.

Dari Mana Datangnya Data?

Secara umum, ada 3 sumber utama dalam menambang data

  • Streaming Data. Data bersumber dari perangkat yang terhubung ke internet sehingga mampu mengirimkan data dari jarak jauh. Contoh: CCTV, ponsel, notebok.
  • Social Media Data. Data yang berasal dari status, foto, video, atau suara orang-orang yang kurang kerjaan, seperti Jedi, di media sosial.
  • Data Publik. Data yang tersedia secara publik dan bisa diakses kapan saja. Misalnya dari BPS, KPU, buku telepon, dll.
Big Data Landscape
Big Data Landscape

Terus, Tujuannya Apa?

Hakikat dari big data bukanlah mengumpulkan data sebanyak-banyaknya melainkan bagaimana mengolah data tersebut untuk menghasilkan solusi yang hemat biaya, hemat waktu, dan membantu proses pengambilan keputusan.

Beberapa layanan yang menerapkan big data, antara lain:

Rekomendasi Youtube
Screen Shot 2016-02-02 at 3.49.00 PMVideo-video yang tampil pada tab rekomendasi adalah hasil olah data dari

  • Channel yang kita subscribe.
  • Video yang kita tonton sebelumnya.
  • Video yang kita tonton selanjutnya.
  • Informasi yang ada di video, seperti tag, deskripsi, dll.
  • Dan seterusnya..
  • Dan seterusnya..

Zalora Indonesia pernah menyatakan kalau mereka menggunakan Big Data untuk memprediksi barang yang akan dibeli pelanggan selanjutnya.

Sale Stock Indonesia juga menggunakan big data dalam menampilkan rekomendasi produk ke konsumennya. Jadi, tiap konsumen memiliki tampilan yang berbeda sesuai dengan perilaku masing-masing. Konon, Sale Stock Indonesia memiliki Data Scientist seorang profesor yang direkrut dari NTU

Kesimpulan

Dengan berkembangnya teknologi dalam menangkap data, bukan tidak mungkin film “Minority Report” menjadi kenyataan. Polisi dapat mencegah sebuah aksi kriminal dengan mengolah data perilaku setiap warga, menganalisa tren, dan memprediksi perilaku mereka di waktu yang akan datang. Menciptakan rasa aman.

Rasa aman ini harus dibayar mahal dengan mengorbankan privasi kita.