Dilema Meminjamkan Uang pada Teman


pinjam-uang
Sumber: https://www.flickr.com/photos/carbonnyc/5747629074/

Pertemanan adalah hubungan sosial untuk manusia saling bantu-membantu. Kita membutuhkan teman karena manusia tidak bisa hidup sendirian. Namun tak setiap teman cocok ataupun baik untuk kita, terutama jika sudah berhubungan dengan uang. Karena uang, teman bisa jadi lawan. Karena uang, teman bisa makan teman. Karena uang, teman bisa jadi setan.

Banyak orang yang berusaha menjaga pertemanan dengan tidak berurusan dengan uang. Teman lebih penting daripada uang. Namun sayangnya atas nama pertemanan, seseorang seringkali memelas (setengah memaksa) meminjam uang karena kebutuhan mendesak.

Meminjamkan uang menjadi dilema karena pihak yang memberi akan berada di posisi yang serba salah, seperti Raisa. Apa saja?

 

Tidak dipinjamkan uang, dituduh tidak setia kawan

Teman datang ingin meminta pertolongan dipinjamkan uang. Saat ditolak, malah marah dan dituduh pelit dan tidak setia kawan. Aneh sekali sesaat datang memelas, mendadak berubah sinis. Bagaimana mau setia dengan kawan yang bersikap seperti itu? Lagipula saat ini hanya ada 3 orang yang setia; Charly, Jeane, dan Pepeng.

Namun alasan utama orang enggan meminjamkan uang karena menghindari skenario di bawah ini:

 

Dipinjamkan uang, sulit untuk ditagih

Banyak orang yang tak mau meminjamkan uang karena dua hal, yaitu khawatir uangnya tidak kembali dan keengganan menjadi debt collector yang berkonotasi buruk. Sungguh aneh orang-orang yang meminjam uang, karena merasa terzolimi saat dimintai uangnya untuk membayar utang. Si pemberi uang seolah menjadi orang miskin yang butuh uang karena sering bertaya kapan melunasi hutangnya, atau menjadi tengkulak jahat yang menindas orang lemah.

 

Seiring waktu, sang pemberi merelakan uangnya

Inilah akhir tragis kisah peminjaman uang, sang pemberi merelakan uangnya dan berharap mendapat ganti yang lebih baik dari Tuhan. Sementara sang peminjam uang pun sudah merelakan ingatannya memiliki hutang hilang ditelan waktu sehingga dia seenaknya tetap bisa haha hihi kepada sang pemberi uang. Tentu saja hal ini menjadi tidak mendidik khususnya bagi teman yang meminjam uang karena sudah menjadi modus mendapat rejeki cuma-cuma yang bisa diterapkan pada semua temannya.

 

Mungkin itulah harga yang dibutuhkan untuk tahu bahwa seseorang layak dijadikan teman atau tidak. Teman yang baik menurut pemberi uang adalah teman yang bertanggung jawab terhadap apapun yang dia pinjam. Sedangkan teman yang baik menurut peminjam uang adalah teman yang rela membantu dirinya tanpa harus mengungkit-ungkit lagi bantuan uang yang pernah diberikan. Bangsat memang.

Pemirsa punya teman yang tak kunjung membayar hutangnya? Tunjukkan padanya artikel ini sebagai pengingat.


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

Angry
0
Angry
Cute
0
Cute
Fail
0
Fail
Geeky
0
Geeky
Lol
0
Lol
Love
0
Love
OMG
0
OMG
Win
0
Win
WTF
0
WTF
hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fun fun
0
fun
uttha

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format